Home Dunia Usaha Pentingnya Memberikan Brand Pada Produk / Jasa

Pentingnya Memberikan Brand Pada Produk / Jasa

30
0
SHARE

Pentingnya Memberikan Brand Pada Produk / Jasa – Pernah tidak anda merasa ragu untuk membeli suatu produk karena produk tersebut tidak memiliki brand? Kalau iya, berarti secara tidak langsung anda telah mengakui bahwa adanya brand dalam sebuah produk adalah hal yang penting.

Meski sering dianggap enteng, namun ada beberapa alasan kuat mengapa sebuah produk harus diberi brand. Brand adalah suatu identitas yang akan melekat pada produk. Kelihatannya amat sepele ya, sesederhana memberikan nama pada suatu produk. Karena yaa memang sesederhana itu.

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita buat ilustrasi sederhana terlebih dulu soal bagaimana perbedaan antara produk yang diberi brand dan branding, dengan produk tanpa brand.

—————— * * ——————

Bu Ani dan Bu Juli adalah dua orang pembuat kue. Mereka menitipkan kue buatannya pada beberapa warung untuk dipasarkan. Kue buatan mereka bisa dibilang sama enaknya, dan konsumen menyukai kue-kue tersebut.

Bu Ani kemudian memberikan nama alias brand pada produk kue yang akan dititipkannya, sementara Bu Juli hanya mengemas produknya dengan plastik polos.

Seiring waktu berjalan, perbedaan angka penjualan dari kedua kue tersebut mulai terlihat timpang. Kue Bu Ani kian laris, sementara kue Bu Juli tak banyak mengalami perubahan dari sisi penjualan. Kenapa bisa demikian?

—————— * * ——————

Akan selalu ada masa dimana konsumen baru yang coba untuk membeli produk kita. Apa yang dilakukan Bu Ani sudah sangat tepat, karena dengan memberikan sebuah brand, maka akan membuat konsumen lebih mudah untuk mengenali produknya dan dapat dibedakan dari produk-produk kue pasaran lainnya.

Sehingga, konsumen yang sebelumnya sudah mencoba dan menyukai produknya, akan berpotensi besar untuk menjadi pelanggan karena sudah tau, harus membeli kue dengan brand apa. Bahkan, mereka juga akan lebih mudah untuk merekomendasikannya kepada orang terdekat karena identitas dari produknya itu sudah terlihat jelas.

Bayangkan, bagaimana jika ternyata ia tak memberikan brand pada produknya? Mungkin angka penjualannya takkan jauh berbeda dengan produk dari Bu Juli.

Konsumen Bu Ani : “Eh, kue ini enak loh! Coba kamu cari deh, namanya Ani Bakery. Pesen kue ini aja buat arisan minggu depan!”

Konsumen Bu Juli : “Kue ini enak juga. Siapa ya yang bikin?”

Brand yang melekat pada produk yang kita jual akan menjadi pembeda dengan produk lainnya. Dan ya, ini jelas akan sangat mempengaruhi angka penjualan karena akan meningkatkan potensi untuk mempertahankan konsumen baru menjadi konsumen tetap (pelanggan).

Memudahkan Pemasaran

Saat brand sudah dikenal, maka akan lebih mudah bagi kita untuk memperluas area pemasaran. Apalagi jika ditambah dengan melakukan promosi dan branding yang tepat, tentu akan lebih baik lagi.

Dan salah satu hal yang membuat “brand dalam produk” menjadi penting adalah, kita jadi bisa untuk melakukan branding, agar produk yang kita punya jadi lebih dikenal dan lebih dipercaya oleh masyarakat.

Kita tak bisa melakukan branding, tanpa adanya brand

Kita akan mengambil contoh tempat makan sederhana. Pernah memperhatikan sebuah tempat makan yang mencantumkan keterangan “Warung **** Cabang dari ****”? Pernah tidak berpikir mengapa mereka sampai memberikan keterangan tersebut?

Ya, keterangan tersebut adalah “Brand” bagi mereka. Tujuannya adalah untuk mendatangkan pelanggan yang sudah mengenal Warung tersebut. Coba bayangkan bagaimana jika warung cabang baru itu tak menyertakan keterangan diatas?

Tentu mereka akan harus bersusah payah untuk mendatangkan konsumen baru dan membangun kepercayaan konsumen tersebut. Sekarang, sudah paham kenapa brand itu penting?

Tips Sebelum Memberikan Brand Pada Produk

Terkadang, kita bisa saja memberi produk kita dengan brand yang sembarangan. Entah memberikan brand berdasarkan nama sang penjual (misal, Bakso Pak Bambang), atau semacamnya. Akan tetapi, kita harus lebih memperhatikan nama brand jikalau kita menarget pasar pada segmen atau kategori produk tertentu.

Karena terkadang, nama brand yang kurang sesuai, bisa membuat orang ragu untuk memilih produk tersebut. Menurut saya, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

  • Hindari untuk memberi nama yang terlalu panjang
  • Sederhana dan mudah diingat

Percaya atau tidak, pemberian nama (brand) pada produk juga akan mempengaruhi minat dari calon konsumen. Coba perhatikan, hampir semua brand-brand besar yang terkenal, memiliki nama brand yang sederhana.

Kalaupun panjang, biasanya akan diambil singkatannya saja agar lebih mudah untuk diingat. Misal seperti BMW (Bayerische Motoren Werke) atau VW (Volkswagen). Nama brand yang agak nyeleneh terkadang memang bisa menarik perhatian dan membuat calon konsumen penasaran. Namun, nama brand seperti ini hanya cocok untuk produk dengan kategori tertentu.

Biasanya, nama brand aneh-aneh seperti itu hanya akan berhasil pada produk yang sekali dikonsumsi akan habis, seperti misalnya makanan. Sementara untuk produk lain, sebaiknya gunakan nama brand yang sederhana saja.

Lebih lanjut, produk yang sudah diberi brand akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen jika kita mampu melakukan branding dengan baik. Silakan baca tulisan soal apa itu branding dan mengapa branding itu penting.

SHARE

Dikenal juga sebagai Masbocah | Suka posting foto di akun Instagram @masbocah | Founder Techijau.com dan juga Hayuklah.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here