Home Dunia Usaha Pentingnya Branding Dalam Suatu Produk / Usaha

Pentingnya Branding Dalam Suatu Produk / Usaha

35
0
SHARE

Pentingnya Branding Dalam Suatu Produk / Usaha – Terkadang hal yang dianggap sepele, justru merupakan poin yang teramat penting, termasuk juga dalam dunia usaha. Salah satunya adalah soal branding, yang tak jarang dilupakan begitu saja oleh para pemilik usaha / produk.

Apa sih sebenarnya branding itu? Lalu, maksud dan gunanya untuk apa?

Begini . . .

Sederhananya, branding adalah suatu kesan yang akan melekat dan diingat pada seseorang atau sesuatu. Lalu apakah ini penting dalam dunia usaha? Oh, ya jelas penting banget dong!

Sebelum melakukan branding, kita tentu harus punya yang namanya brand. Nantinya, brand yang kita berikan tersebut akan mempermudah konsumen untuk mengingat produk kita..

Namun perlu dicatat bahwa branding disini bukanlah sekedar soal memberi nama (brand), melainkan soal bagaimana agar kita dapat menanamkan “ingatan” kepada konsumen mengenai kesan dari produk / brand kita.

Kenapa Branding Itu Penting

Jika kita sudah melakukan branding dengan baik, maka konsumen akan lebih mudah untuk memutuskan apakah produk yang kita tawarkan sesuai dengan apa yang mereka inginkan, sekaligus juga agar mereka lebih mudah untuk mempercayai brand kita tersebut. Sebagai contoh :

Maskapai ABC membranding jasa angkutan udaranya sebagai maskapai low budget. Maka, konsumen / calon penumpang yang ingin terbang dengan biaya rendah, akan lebih mudah memutuskan untuk menggunakan maskapai ini.

Lalu maskapai DEF membranding jasa angkutan udaranya sebagai maskapai yang super nyaman serta service yang lebih baik. Maka, konsumen / calon penumpang yang ingin terbang dengan menikmati perjalanannya, akan lebih mudah memutuskan untuk menggunakan maskapai ini.

Artinya, branding ini sangat berguna untuk mempermudah dalam menggaet calon konsumen baru. Karena dengan melakukan branding, calon konsumen bakal merasa seperti sudah mengenali produk atau jasa yang kita tawarkan, walaupun kenyataannya mereka sendiri belum pernah mencobanya.

Pernahkan anda merasa begitu yakin untuk memilih suatu produk, padahal anda sendiri belum pernah mencobanya? Jika iya, maka, branding yang dilakukan oleh sang pemilik produk sudah berhasil!

Salah satu brand yang menurut saya paling berhasil melakukan branding pada produknya adalah Samsung. Kalau anda sempat memperhatikan perkembangan smartphone di era kejayaan BlackBerry, maka pasti anda juga memperhatikan atau setidaknya pernah tau bagaimana Samsung yang sangat agresif dalam beriklan.

Bukan sekedar menampakkan produknya, tapi mereka juga berhasil melakukan edukasi singkat melalui iklan tersebut. Edukasi yang dimaksud adalah soal bagaimana mereka menunjukkan bahwa produk mereka berbeda dan lebih baik dibandingkan dengan produk yang sedang populer saat itu (BlackBerry).

Iklan tersebut menyampaikan bahwa produk smartphone mereka menggunakan sistem operasi Android, yang mana OS Android tersebut digambarkan sangat “canggih” serta kaya aplikasi, sehingga lebih asyik untuk digunakan. Hasilnya? BOOM!

Produk mereka menjadi amat sangat populer hanya dalam kurun waktu yang terbilang cukup singkat. Bahkan, saat itu sebagian besar orang awam beranggapan bahwa “hape Android, ya Samsung!” karena memang apa yang diangkat atau di highlight oleh Samsung pada iklannya tersebut, sebenarnya merupakan segala keunggulan yang dimiliki oleh sistem operasinya (Android). Dan ya, itu sangat berhasil!

Cara Melakukan Branding Pada Produk

Meski kelihatannya sederhana, namun ada beberapa hal yang mesti diperhatikan saat kita ingin agar branding produk dapat berjalan dengan efektif, dimulai dari:

Edukasi Produk (Poin Utama)

Edukasi produk adalah dasar dari branding, yang nantinya akan didukung dengan poin lain yang akan dibahas dibawah.

Kita akan mengambil contoh produk kue. Sebagian orang mungkin akan langsung tergiur dan tertarik untuk mencoba kue tersebut hanya dengan melihat gambarnya saja. Akan tetapi, tentu akan selalu ada calon konsumen yang berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk membeli.

Nah, disinilah edukasi mengenai produk berguna untuk membuat konsumen semakin yakin dan tertarik, sehingga memperbesar minat konsumen agar membeli produk kita. Ibarat kata “tak kenal maka tak sayang”. Edukasi produk berguna agar konsumen merasa lebih mengenali produk kita. Dan tentu mereka akan lebih percaya dengan apa yang sudah mereka kenali, bukan?

Caranya?

Yang paling mudah dan murah adalah dengan menaruh informasi mengenai detail produk pada halaman website resmi.

Wait, produk kue aja pakai website resmi segala?

Yaps! Kita manfaatkan perkembangan jaman untuk mempermudah urusan kita, termasuk dalam urusan branding. Dengan adanya website resmi, kita bisa dengan mudah untuk mencantumkan detail informasi mengenai produk kita.

Nah informasi yang dicantumkan tersebut bisa berupa keterangan bahan-bahan, proses pembuatan, atau hal apa saja yang sekiranya dapat menjawab keraguan konsumen. Intinya, kita mesti memberitahukan soal keunggulan apa saja yang ada pada produk yang kita tawarkan.

Selain itu, dengan adanya website resmi, secara tak langsung akan menunjukkan pada masyarakat bahwa kita memang benar-benar serius dalam memasarkan produk kita, serta menambah kesan “profesional”.

Menambahkan Tagline (Poin Pendukung)

Poin yang satu ini sebenarnya tak wajib. Namun terkadang, menambahkan tagline pada masing-masing produk akan sangat membantu untuk memperkuat branding, sekaligus membuat calon konsumen penasaran untuk lebih menenal produk kita.

Sebagai contoh, produk smartphone ASUS Zenfone 3 diberi tagline “Build for photography”, atau ada juga ASUS Zenfone 4 Selfie yang diberi tagline “We love selfie”. Tujuannya adalah untuk mempertegas branding dari hape itu, dan secara tak langsung bakal memberitahukan keunggulan utama dari produk tersebut, sekaligus agar lebih mudah untuk menarget segmen pasar yang dibidik.

Karena dari tagline itu saja, calon konsumen tentu akan lebih paham bahwa yang satu adalah produk yang ditujukan untuk pecinta fotografi, sementara yang lain ditujukan untuk pecinta selfie.

Iklan (Poin Pendukung)

Website yang kita buat untuk menaruh informasi produk memang bisa menambah keyakinan calon konsumen untuk memilih produk yang kita tawarkan. Masalahnya, informasi dalam website tersebut takkan ada artinya jika tak ada orang / calon konsumen yang melihat atau membacanya.

Ya, perlu diketahui bahwa website yang kita buat takkan begitu saja bisa ditemukan oleh konsumen dengan mudah, khususnya di mesin pencari (Google, Bing, dsb). Apalagi jika ternyata brand yang kita punya itu sama sekali belum dikenal luas. Lebih lanjut soal mesin pencari ini akan saya buatkan bahasan tersendiri.

Disinilah gunanya iklan. Iklan akan memberitahukan kepada calon konsumen bahwa “kita ada, dan kita punya produk seperti ini”. Artinya, iklan akan berfungsi untuk meningkatkan brand awareness sehingga masyarakat tak lagi merasa asing dengan brand yang kita miliki.

Ada banyak macam iklan yang bisa kita jalankan. Mulai dari yang skala paling besar yaitu iklan di televisi, iklan di YouTube (dikelola oleh Google), iklan di Adwords (dikelola oleh Google, yang nantinya akan ditampilkan di search engine Google atau blog yang menjadi publisher iklan Google), iklan di social media seperti Facebook, Twitter atau Instagram, hingga iklan di blog atau memberikan endorsement pada seseorang yang dianggap populer.

Bahasan lebih lanjut soal iklan akan saya buat pada tulisan lain. Nah dari iklan ini, diharapkan agar calon konsumen penasaran untuk mencari tau lebih lanjut soal produk yang kita tawarkan. Dari sinilah fungsi website akan lebih efektif.

Selain itu, kita juga bisa melakukan edukasi produk melalui iklan, entah itu iklan berupa video (TV & YouTube), ataupun iklan berupa ulasan di blog.

Review (Poin Pendukung)

Melakukan seeding alias memberikan produk untuk di review oleh blogger adalah salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung branding. Karena, informasi produk dari hasil review ini biasanya akan membuat calon konsumen lebih yakin untuk memilih produk kita.

Sebenarnya tak harus memberikan produk, karena kita juga bisa meminta blogger untuk sekedar memberikan bahasan mengenai produk yang kita tawarkan untuk mengedukasi calon konsumen. Dengan memberikan fee kepada sang pemilik blog, tentunya. Namun demikian, tingkat kepercayaan yang dirasakan oleh calon konsumen tentu takkan setinggi tulisan review.

Tak perlu marah atau khawatir jika sang blogger mengungkap poin negatif pada produk kita, karena calon konsumen justru akan lebih mempercayai review yang seperti itu (review jujur). Bahasan lebih lanjut soal ini akan saya tuliskan pada posting yang lain.

Kualitas Produk (Poin Utama)

Kita tentu ingin mendapatkan testimoni yang positif dari konsumen, bukan? Maka dari itu, menjaga kualitas dari produk yang kita tawarkan menjadi sangat penting.

Kualitas dari produk itu sendiri juga harus sesuai dengan apa yang digembar-gemborkan, karena akan menjadi sesuatu yang amat diharapkan oleh konsumen.

Kalau tidak, nantinya kita justru akan mendapatkan testimoni negatif dari konsumen yang kecewa. Sehingga tak hanya akan kehilangan satu konsumen tetap, tetapi kita juga akan kehilangan calon konsumen lain yang sebelumnya berminat dengan produk yang kita tawarkan.

Dan kalau sampai testimoni negatif sudah terlalu banyak diberikan, maka akan sangat sulit bagi konsumen untuk mempercayai brand kita lagi. Akibatnya? Bisa dibayangkan sendiri.

Akhir Kata

Pada dasarnya memang branding adalah soal edukasi produk. Namun, berbagai poin pendukung dibelakangnya akan menjadi faktor penentu apakah branding yang kita lakukan bisa berhasil atau tidak karena bisa menjadi media pendukung dalam melakukan edukasi produk.

Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat dan bisa dimengerti dengan baik. Jika anda bingung harus memulai darimana, atau mungkin tak tau harus menjalankan iklan yang seperti apa, silakan hubungi kami. Tim Dabelyu.xyz akan siap membantu.

SHARE

Dikenal juga sebagai Masbocah | Suka posting foto di akun Instagram @masbocah | Founder Techijau.com dan juga Hayuklah.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here