Tips & Strategi Menghadapi Tanggal Tua a la Masbocah

Tips & Strategi Menghadapi Tanggal Tua a la Masbocah

947
8
SHARE

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.

mataharimall-kompetisi

Tips & Strategi Menghadapi Tanggal Tua a la Masbocah – Baru-baru ini, sebagian besar siswa SMA ramai-ramai merayakan kelulusan UN alias Ujian Nasional dengan berbagai cara. Iya, mereka dengan bangganya merayakan kelulusan tersebut, seakan berhasil melewati dan mengalahkan “ujian” besar dalam hidupnya serta mendapatkan kebebasan. Padahal titik inilah yang akan mempertemukan mereka dengan dunia yang sesungguhnya.

Welcome to the real world!

Yap, kita yang sudah mengalaminya sendiri pasti setuju, kan? Dan menurutku, salah satu ujian terbesar dalam hidup adalah ketika kita harus menjalani hidup sebagai anak kos, dimana kemampuan bertahan hidup yang kita punya bakal sangat diuji. Yaa emang sih, kita masih bisa hidup layaknya orang normal, dan mungkin tak semua anak kos akan melalui masa ini sebagai ujian berat. Tapi sering kali, anak kos punya siklus tertentu di tiap bulannya, dimana siklus tanggal tua adalah momen horor bagi sebagian besar anak kos yang mau tak mau harus dilewati.

  • Menu makanan di tanggal muda : Nasi Padang
  • Menu makanan di pertengahan bulan : Soto atau Bakso
  • Menu makanan di tanggal tua : Rendang, Soto dan Bakso, dalam bentuk Mie Instant

Menu tanggal tuaTanggal tua dan anak kos seakan sudah menjadi cerita klasik dari masa ke masa, dimana kita sebagai anak kos tentu punya cerita tersendiri saat menghadapi tanggal tua, demikian pula dengan diriku dan juga beberapa teman seperjuanganku.

Ceritaku Di Tanggal Tua

Kadang sedih, kadang lucu, tapi, yaah dinikmati aja! Malah kadang aku berpikir, justru disitu letak keseruan dari hidup sebagai anak kos! 😀 “Nasi telor” mungkin memang sudah menjadi menu andalan sepanjang masa bagi sebagian besar anak kos di tanggal tua. Iya, mas-mas penjaga warung Burjo mungkin juga sudah sangat hafal akan kebiasaan itu.

Warung burjoMenu andalan di tanggal tua

*Burjo adalah singkatan dari “Bubur kacang ijo”, warung Burjo banyak tersebar di Jogja.

Yaa mau gimana lagi, demi menghemat isi kantong yang sudah sangat tipis coy! Hadirnya pejuang yang membawa golok dalam isi dompet, seakan terus memperingatkanku agar tidak terlalu boros. Apalagi kalau pejuang ber-golok itu mulai memperbanyak diri dan mendominasi total dari populasi penghuni dompet, itu artinya kita harus mulai berjuang melewati masa-masa tanggal tua, sebelum akhirnya hadir sang proklamator sebagai penanda kemerdekaan!

Isi dompet di tanggal tuaKapitan Pattimura with it’s Golok & Hadirnya sang Proklamator, sebagai pertanda bahwa kita sudah merdeka!

Aku pernah mengalami kejadian yang mungkin bisa dibilang unik, gara-gara aku berusaha se-hemat mungkin alias meminimalisir pengeluaran sekecil mungkin. Saat sedang duduk di warung burjo, tiba-tiba datang seorang mas-mas setengah jadi dengan dandanan menornya nampak mengamen di depan pintu, bermodalkan suara pas-pasan dan alat musik seadanya.

Saat itu hanya aku seorang diri saja yang duduk di warung itu, dan aku berusaha mengabaikannya agar dia pergi. Agak sulit memang untuk pura-pura mengabaikannya, karena sebenarnya aku ini kan orangnya perhatian :3

Sudah beberapa menit berlalu, tapi kok… Malah nggak pergi-pergi juga? Wahhh ini! Pokoknya harus tegakkan mental, kuatkan iman, supaya nggak ada satu receh pun yang aku keluarkan untuk dia! Mas-mas itupun sepertinya punya tekad yang sama kuatnya dan membuatnya bertahan untuk terus “bernyanyi”.

Setelah cukup lama, akhirnya dia menyerah! Dia berhenti bernyanyi dan berhenti memainkan alat musik kecrek-kecrek’an itu. Yesss! HAHAHAHAHAH! Eh bentar, tapi kok… Dia malah nyamperin? Waduh gawat!

Bayangin aja, gimana sih rasanya di samperin sama mas-mas setengah jadi, berbadan gede, dandanan menor, dengan mata menatap tajam kearahmu? Ah pokoknya udah parno aja dah waktu itu, hahahahah. Tapi harus tetep kuat! Demi mempertahankan receh yang aku punya! Jadilah waktu itu aku mendadak sok tegar dan sok galak waktu dia bilang gini :

  • Pengamen : “Woi mas, bagi recehnya napa!”
  • Me : “Nggak ada!”
  • Pengamen : “Ih, seribu dua ribu gitu masa gak ada?”
  • Me : “Nggak!”
  • Pengamen : “Dih, lima ratus deh gapapa”
  • Me : *Njir, dia malah nawar* “Nggak ada mas, tanggal tua! Paham nggak?!”
  • Pengamen : “Ih, masa gue dipanggil mas sih? Huh!”

Dan akhirnya ia pun melenggok, berbalik arah meninggalkanku, seperti mantan yang dengan mudahnya berpaling saat menemukan sosok pria idaman lain *abaikan bagian ini*. Hahahah, lega banget rasanya! Ini sih Kapitan Pattimura pasti turut bangga dengan perjuanganku yang mampu mempertahankan kedaulatan #halah

Perjuangan di tanggal tuaTapi… Tak lama berselang, pengamen tadi kembali datang menghampiriku dengan langkah yang lebih cepat. Deg! Akupun kembali dibuat parno olehnya.

“Njir, ini ngapain mas-mas KW balik lagi? Wah nyari perkara nih orang! Oke, gue siap!”

Suasana mendadak tegang, dia nampak mengepalkan tangannya sambil berjalan. Akupun hanya diam sambil menatapnya, mewaspadai apa yang mungkin akan ia lakukan. Semakin dekat, semakin dekat, hingga dia menggebrak meja yang aku tempati dengan tangannya.

“Bruak!”

Kupikir dia akan memukulku atau apa, tapi ternyata…. Dalam kepalan tangannya tadi terdapat beberapa koin 500an, dan koin itu diletakkan diatas meja sambil menggebraknya.

“Nih! Nanti kalo ada pengamen lagi, kasih pake duit ini!”

Ia pun segera berbalik arah dan keluar dari warung tersebut. Aku yang tadinya tegang, mendadak ingin tertawa rasanya. Yaelah, kirain apaan? Sering-sering aja kalo begini mah, hahahahah 😀

Lain hari, lain cerita. Sabtu siang itu, entah kenapa si Mahmud (seorang tetangga kos) punya pikiran untuk mengajakku “berburu” untuk mendapatkan makanan. Hah, berburu? Iya, hari itu Mahmud memang sedang galau setelah melihat isi dompetnya, yang katanya cuma cukup buat bertahan sampai hari senin, sedangkan ia baru akan gajian pada hari selasa. Lalu Rido (tetangga kos lainnya) menawarkan diri untuk meminjaminya uang, karena konon kakaknya bakal melakukan transfer bulanan pada hari itu. Tapi…..

Sekembalinya dari ATM, Rido malah ikut-ikutan menunjukkan wajah lesu. Usut punya usut, kiriman yang dijanjikan oleh sang kakak ternyata belum masuk

“Iya sih, kakak ku emang belum konfirmasi kalo dia udah transfer apa belum. Terus tadi pas tak telpon, ternyata katanya nanti agak sorean baru bisa transfer. Mana duit di kantong tinggal 2 ribu, terus diluar (ATM) ada tukang parkir pulak yang nungguin. Jadilah, duitku yang tinggal 2 ribu itu diembat separohnya ama dia. Hadeeehhhh……”

Duh, nyesek…..

Tukang parkir di ATMKami bertiga sempat termenung sejenak di teras, hingga Mahmud pun berkata :

“Yaudah, mumpung libur, hari ini kita berburu aja yuk!”

Kebetulan memang, kosan kami yang terletak di pinggiran kota itu masih asri seperti di desa. Beberapa puluh meter dibelakang kos-kosan itu terdapat areal persawahan, lalu terdapat pula areal tumbuhnya pepohonan liar, dan juga kuburan. Mahmud bermaksud mengajak kami untuk mencari hewan-hewan liar yang ada disana untuk dimakan. Tapi jelas, kita nggak bakal berburu di kuburannya donk yaa. Nanti bukannya nemu hewan liar, malah nemu….. Ah sudahlah..

Sayangnya, Rido tak mau ikut dengan kami dengan alasan akan mengerjakan tugas kuliah. Oke, tak masalah! Dengan semangat membara, aku dan Mahmud pergi untuk berburu dengan bermodalkan tongkat kayu yang kami temukan di sepanjang perjalanan.

Melewati areal persawahan, masuk diantara lebatnya pepohonan liar, hingga menyusuri pinggiran sungai, kami tak menemukan hewan apapun kecuali ayam dan bebek yang sepertinya memang sengaja dipelihara. Sudah hampir satu jam berlalu, kami pun memutuskan untuk istirahat sejenak di dekat waduk sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali.

Saat dalam perjalanan untuk kembali dan melalui area tempat tumbuhnya pepohonan liar, tiba-tiba Mahmud melihat sesuatu, seekor makhluk yang entah itu musang atau apa. Lalu Mahmud mengajakku untuk mendekatinya.

  • Mahmud : “Eh, liat tuh, ada musang!”
  • Me : “Hah, musang? Emang bisa dimakan?”
  • Mahmud : “Yaa nggak tau, kita coba tangkep dulu aja. Yuk yuk cepetan!”

Mengendap-endap, perlahan kami mulai mendekati makhluk itu. Sebelum mulai menyergap, aku yang sebenarnya tak tega meminta Mahmud untuk memulai serangan, tapi…

  • Me : “Mud, lu duluan aja deh yang eksekusi. Gue gak tega nih”
  • Mahmud : “Yah, jangan gue donk, gue juga gak tega!”
  • Me : “YAELAH MUD, UDAH TAU GAK TEGAAN, NGAPAIN TADI SOK-SOK’AN NGAJAKIN BERBURU SEGALA?”
  • Mahmud : “Lagian, lu juga ngapain mau mau aja?”
  • Me : “Iya juga ya? Hahahahahah..”

Oke, misi dibatalkan, niat untuk menangkapnya pun akhirnya batal. Ah, kacau memang acara berburu hari itu. Kami pun memutuskan untuk pulang saja. Tapi sepertinya, Mahmud tak ingin pulang dengan tangan hampa. Di sekitaran persawahan terlihat banyak sekali pohon pepaya yang tumbuh, dan ia pun mengajakku untuk mengambilnya.

  • Mahmud : “Eh, daripada kita pulang gak bawa apa-apa, mending ambil pepaya muda itu aja yuk! Mayan, bisa dijadiin sayur!”
  • Me : “Yaelah, itu sih bukan berburu namanya, tapi nyolong! Jangan ah! Pokoknya harus minta ijin dulu!”

Kebetulan, nampak seorang petani yang datang kesana untuk mengecek areal persawahan yang sebentar lagi nampak siap dipanen itu. Kami menghampirinya dengan maksud untuk meminta pepaya muda dan juga beberapa lembar daun singkong untuk dimasak. Untungnya, petani itu mau berbaik hati dan mengijinkan kami untuk mengambilnya.

“Njir, berburu macam apa ini? Bukannya dapet hewan buruan, malah dapet sayur ama buah. Dapetnya dari hasil boleh minta pulak! Hadeeehh.. Tapi gapapa sih, yang penting nggak nyolong! Hahahahah..”

Payah!

Berburu macam apa iniPikirku dalam hati, sambil menenteng pepaya muda. Lagian, kenapa nggak dari tadi aja sih? Pake acara sok-sok’an berburu segala. Hadeehh..

Yaaah, itulah beberapa pengalamanku ketika menghadapi tanggal tua di masa-masa krisis. Yaa maklum, kami memang belum terlalu berpengalaman untuk menghadapi tanggal tua. Dan seiring berjalannya waktu, kami pun belajar bagaimana cara untuk berhemat agar lebih siap untuk menjalani tanggal-tanggal horor tersebut. Dan berikut adalah beberapa hal yang kami lakukan yang mungkin juga bisa menjadi tips bagi kamu para anak kos, dimana cara-cara ini cukup efektif bagi kami untuk menghindari masa-masa krisis seperti sebelumnya :

Tips Ngirit Menghadapi Tanggal Tua Bagi Anak Kos

1. Patungan Beli Magic com

Sudah bukan rahasia lagi kalau kita penduduk di Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Dan kalau dihitung-hitung, salah satu pengeluaran terbesar bagi anak kos adalah ketika harus membeli nasi. Jadi, kita mesti pintar menyiasati hal itu agar kita bisa lebih hemat. Cara yang kami lakukan adalah dengan mengumpulkan dana bersama untuk membeli sebuah Magic com alias penanak sekaligus penghangat nasi elektronik.

Yap, kami membeli 1 unit untuk bertiga, jadi selain lebih menghemat biaya, juga bisa menghemat listrik! Kami juga bersama-sama mengumpulkan dana untuk membeli stok beras, dan percaya deh, itu bisa benar-benar meminimalisir pengeluaran untuk makan loh. Apalagi bagi yang porsi makannya super, bakalan puas banget deh makannya kalau kita masak nasi sendiri. Dan kami juga selalu berusaha untuk memasak dengan takaran yang sesuai dengan porsi kami bertiga, agar tak ada sisa nasi yang terbuang sia-sia.

2. Masak Bareng

Beli lauk tanpa nasi memang bisa membuat pengeluaran terasa lebih ringan. Tapi kalau mau lebih hemat lagi, nggak ada salahnya untuk coba masak bareng. Nggak perlu yang ribet, yang sederhana aja cukup kok. Yap, meskipun kami bertiga tak terlalu berbakat untuk memasak, tapi sering kali kami menyempatkan untuk coba memasak. Yaa minimal biar kita gak makan mie instant mulu lah pas udah memasuki masa tanggal tua.

Tapi kita masaknya bukan cuma di tanggal tua aja kok, dan langkah yang kami lakukan itu juga diikuti oleh tetangga kos lain yang sebagian besar adalah mahasiswa. Dari sana, kami juga belajar membuat menu-menu baru, meskipun, sering kali gagal 😛 Tapi yaa, selama makanan itu masih bisa telenable sih gak masalah 😀

*Telenable = bisa ditelan

3. Jangan Telat Bayar Kos

Loh, apa hubungannya antara ngirit dengan bayar kos? Emm…. Nggak ada sih, hahahahah 😛 Tapi gini loh sodara-sodara, kadang kan ada tuh ibu kos yang suka sensi sama kita-kita yang sering telat bayar? Nah disini kita bertindak sebaliknya! Rajin-rajinlah bayar uang kos tepat waktu, niscaya ibu kos pun takkan sensi padamu. Yaa siapa tau nanti si ibu kos jadi baik dan mau berbagi masakannya sama kita. Kan lumayan tuh buat ngirit satu kali makan. Hihihihih 😛

4. Stok Telor Sebelum Terlambat!

Di saat memasuki tanggal tua dan isi dompet mulai berdemo dengan membawa-bawa golok, itu artinya kita mesti waspada gaes! Apalagi kalau tanggal gajian masih sekitar semingguan kedepan, wah itu udah Red Alert banget deh! Untuk menghindari hal yang tak diinginkan, biasanya kami bakal membeli stok telur ayam menjelang memasuki tanggal tua.

Buat apa? Yaa buat menyambung hidup laaahh. Kamu bisa kreasikan telur ayam itu sesukamu supaya nggak bosan. Varian menu berbahan dasar telur ayam terbaik yang pernah kami buat adalah telor rasa kecap a la Mahmud.

5. Beli Cemilan Yang Murah, Dapet Banyak, Tapi Gak Enak

Hohoho, anak kos juga butuh cemilan donk! Tapi, kok malah nyari yang nggak enak sih? Simple aja sebenarnya. Jadi, biasanya kan kita doyan banget tuh ama makanan atau cemilan yang enak, dan kalau kita beli cemilan yang enak pasti bakal cepet abis dan nagih terus, kan? Apalagi bagi “predator” seperti kami, pasti nggak bersisa deh itu cemilan. Nah kalau cemilannya cepat habis, pasti kita bakal ada keinginan untuk beli lagi dan lagi, dan itu merupakan suatu pemborosan bagi kami.

Dan atas pertimbangan itulah muncul ide untuk membeli snack atau cemilan yang murah, dapet banyak, tapi nggak enak, supaya cemilannya awet. Kalau cemilannya awet, otomatis kita nggak perlu ngeluarin dana lebih untuk beli cemilan lagi, kan? Hihihi 😀

6. The Power of Receh

Jangan remehkan uang receh yang kalian dapatkan dari kembalian belanja, karena di saat-saat kritis, receh-receh yang sering kali kita sia-siakan itu justru akan menjadi penolong kita. Makanya, seperti yang sudah ku ceritakan diatas tadi, aku sampai segitunya mempertahankan uang receh di tanggal tua, meskipun yaa nggak setiap hari juga sih, itu berlaku kalau aku lagi pelit aja 😛

Tips menghadapi tanggal tuaReceh-receh yang kita kumpulkan itu bisa lumayan loh, untuk beli gorengan kek, beli lauk, atau mungkin bisa buat beli pulsa. Nggak usah malu belanja pakai uang receh, soalnya para pedagang justru seneng kok, karena mereka jadi punya kembalian. Serius, aku udah tanya sendiri kok.

Maka, jangan kau sia-siakan apa yang kau miliki. Karena kita baru akan mengetahui seberapa besar kita membutuhkannya, ketika kita sudah kehilangannya #MasBocahQuotes

7. Cari Diskonan!

Disadari atau nggak, promo potongan harga alias diskon emang sangat membantu banget untuk menghemat pengeluaran. Yap, kami juga cukup sering memanfaatkan promo seperti itu. Biasanya kan kalau ada tempat makan yang baru buka bakal ngadain promo tuh, entah potongan harga, buy 1 get 2, atau bahkan gratis sama sekali. Nah, kita sering tuh nyari yang begitu, meskipun yaa nggak setiap minggu ada. Hihihi..

Bukan cuma soal makanan, tapi juga termasuk berbagai kebutuhan lainnya. Tapi kadang, repot juga sih untuk nyari diskonan seperti itu, padahal itu ngebantu banget buat anak kos, khususnya di tanggal tua. Tapi untungnya, sekarang sudah ada satu toko online yang mungkin bisa ngebantu banget buat kita-kita para anak kos dengan promo TTS alias Tanggal Tua Surprise yang sudah membantu Budi untuk lebih berhemat agar bisa survive di tanggal tua. Eh, tapi bentar deh. Siapa pulak itu si Budi? Daripada penasaran, langsung liat aja nih penampakannya :

#JadilahSepertiBudi

NOTE : Plis, nggak usah perhatiin ekspresi si Budi waktu di kamar mandi itu, PLIS!

Yap, Tanggal Tua Surprise adalah sebuah promo dari MatahariMall.com yang bukan cuma ngasih diskon aja, tapi juga ada promo gratis ongkos kirim serta ada hadiah kejutan juga! Waah asik banget, kan? Jelas, ini bakalan ngebantu banget buat anak kos seperti kita dan juga Budi agar bisa melalui masa tanggal tua dengan lebih tenang!

Akhir Kata…

Jadi memang, kita mesti pintar-pintar mengatur strategi agar tidak panik ketika menghadapi kenyataan bahwa tanggal tua telah tiba. Emang sih, masa-masa tanggal tua itu bikin hidup kita terasa makin greget dengan bumbu-bumbu horor didalamnya, tapi yaa jangan sampai kita kecolongan dan game over di tanggal tua.

Kita mesti belajar dari apa yang sudah kita hadapi, dan tanggal tua adalah momen yang amat sangat berharga bagi kita para pejuang muda calon penerus bangsa untuk bisa belajar bertahan hidup di masa sulit. Memanfaatkan diskon, promo, sisa-sisa kejayaan, dan juga disertai dengan kreatifitas, akan sedikit banyak menolong kita untuk menghadapinya.

Oke, mungkin segini aja cerita dan tips dariku soal menghadapi tanggal tua. Jadi, kamu punya strategi apa nih buat menghadapi tanggal tua?

Sumber gambar :

  • http://lembagapusat-zakat.blogspot.co.id/2013/04/makan-murah-sambil-berinfak.html
  • http://agunkzscreamo.blogspot.com/2016/03/ylki-desak-bank-bca-batalkan-rencana.html
  • http://www.mldspot.com/buzz/2016/01/11/hobi-berburu-kenapa-nggak
  • http://www.juangnews.com/10059/pemuda-ini-raup-keuntungan-jutaan-rupiah-sekali-panen-pepaya
  • http://mamumam.blogspot.co.id/2013/04/recehan-anak-kos-masih-draf.html
  • Wikipedia

8 COMMENTS

  1. serius itu yang cerita sama “mas-mas” nya malah ngasih uang buat ngasih ke pengamen lain? haha
    but, memang tanggal tua untuk anak kosan adalah hari-hari perjuangan ya 🙂

  2. aku dulu kalau tanggal tua, suak lihat2 kalau ada pesta pernikahan, bersama teman2 kuliah atau kos, pura2 datang sebagai tamu dan bisa makan gratis, ha,haaaaa

LEAVE A REPLY