Pengalaman Pertama ke Pulau Kelor bersama Antarworld Travel

Pengalaman Pertama ke Pulau Kelor bersama Antarworld Travel

358
0
SHARE

Pengalaman Pertama ke Pulau Kelor bersama Antarworld Travel – Suatu perjalanan yang menyenangkan dan mengasyikkan memang tidak bisa terlupakan begitu saja. Bahkan, bayangannya lebih sering  muncul dalam ingatan dan menjelma menjadi suatu keinginan untuk kembali mengulangnya lagi. Ya, perjalanan ke Pulau Kelor beberapa waktu lalu memang begitu menyenangkan dan masih menyimpan kerinduan. Bagaimana tidak, salah satu tempat wisata di tengah lautan ini memang patut dinikmati keindahannya.

AntarWorld_Travel_1

Pulau Kelor adalah salah satu pulau yang saya kunjungi saat berpetualang menjelajah 3 Pulau bersama Antarworld Travel. Pulau Kelor ini ada di Kepulauan Seribu. Kalau kamu tanya di mana, pulau ini masih termasuk dalam wilayah administratif kelurahan Pulau Untung Jawa, kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, provinsi DKI Jakarta (kata si Wikipedia).

Menjelajah Pulau Kelor adalah pengalaman pertama yang masih teringat jelas dalam ingatan saya. Saya juga ingat, saat kapal mulai mendekati pulau yang tidak terlalu luas ini, mata sudah dimanjakan dengan pemandangan indah sebuah benteng tua dan beberapa pohon yang ada di sekitarnya. Dan ketika sudah sampai di pulau ini, pijakan kaki dimanjakan dengan lembutnya pasir putih dan dinginnya air laut dengan warna kebiru-biruan. Suara desiran ombak yang terdengar juga begitu romantis. Ya, meskipun kekuatannya mampu memecahkan karang, tapi bisa juga membuat hati tenang.  *eaaa……..

Sesampainya di pulau ini, pandangan saya terpanah pada keadaan sekitar. Sekilas, pulau ini seperti tidak berpenghuni. Ya, pulau ini sepi, tidak banyak wisatawan yang berhamburan. Hanya ada 3 rombongan dengan jumlah sekitar 50 orang yang saat itu ada bersama saya.

Di sini, kami dipersilakan menikmati keindahan yang ada di pulau.

Tak mau membuang-buang waktu, saya membayar rasa penasaran itu dengan mendekati benteng tua yang sejak awal menjadi perhatian saya. Setelah dekat dan semakin dekat, barulah saya sadar kalau bangunan ini terbuat dari batu bata merah yang masih terlihat kokoh.

nurliana syaf 3

Ohiya, untuk mengabadikan moment, saya dan keluarga pun berfoto di dekat benteng.

Tak mau jika hanya melihat dari luar, saya juga masuk ke dalam benteng ini. Saat berada di dalam benteng, saya merasakan sensasi yang tidak biasa. Benteng ini berlantaikan pasir dan beratapkan langit. Bangunannya memang kokoh, meskipun ada beberapa bebatuan yang mulai menghancur.

Di dalamnya juga ada tangga penghubung untuk naik ke atas. Ya, saya juga baru sadar kalau ada celah untuk naik ke atas di sisi kanan benteng. Namun pengunjung tidak dibolehkan naik. Konon katanya, di dalam benteng ini ada sebuah lubang untuk menyelinap ke pulau seberang.

Sebenarnya tidak ada yang istimewa di dalam benteng ini. Hanya ada sebuah tumpukan batu yang iseng saya pijaki. Suanasanya juga sepi, tidak ada apa-apa. Seperti ruang kosong, layaknya isi hati yang hampa seorang jomblo. *eh..

Saat memerhatikan keadaan sekitar benteng tua ini, terlihat juga banyak bekas bangunan yang mulai menghancur. Salah satunya tepat berada di depan benteng. Namun posisinya berada di bawah dekat sekali dengan ombak.

Aku dan keluarga menikmati detik demi detik dengan bermain air dan berfoto bersama.

Eh, iya. Saat bermain-main di bibir pantai, kalian harus hati-hati, ya. Karena banyak pecahan karang yang bisa melukai kaki kita. Tapi masih bersyukur sih, yang dilukai kaki, bukan hati. *halah….

Jika kamu ingin mengunjungi pulau ini, kamu bisa ikut rombongan travel yang mengadakan trip perjalanan seperti Antarworld Travel yang mengajakku  Menjelajah 3 Pulau dalam 1 hari. Biaya yang harus kamu bayar hanya Rp. 100.000,-  Untuk sampai di pulau ini, kamu hanya perlu menyebrangi lautan melalui dermaga Muara Kamal menggunakan kapal. Durasi perjalanannya pun tidak memakan waktu yang lama. Hanya sekitar 30 menit kamu sudah sampai di Pulau Kelor.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY