4 Tipe Pengguna ATM

4 Tipe Pengguna ATM

400
0
SHARE

antri-atm1

Uang. Duit. Hepeng. Piti. Doku. Money. Siapa yang nggak butuh? Nggak usah kita yang tampangnya pas-pasan, David Beckham yang nilai kegantengannya seratus pangkat tujuh aja masih kepengen .

Uang sudah melewati berbagai perkembangan zaman. Dia tumbuh seiring dengan makin banyaknya kebutuhan manusia. Uang dikumpulkan, lalu disimpan.  Dahulu, waktu manusia belum kepikiran konsep bank, manusia mungkin menaruh uang di mana saja. Bisa di kaleng kerupuk, bawah bantal, lepitan kopyah, sampe kolor lapisan ketiga. Ribet. Kebayang nggak yang naro uangnya di kolor, sejuta perak, dan koin semua? Bisa ledes tuh selangkangan.

Untungnya, manusia menemukan apa yang dinamakan mesin ATM. Anjungan Tunai Mandiri. Atau kalo mau keren dikit jadi Automatic Teller Machine. Entah darimana ide ATM ini berasal. Kartu dimasukin ke mesin, lalu keluar duit. Jenius.  Hanya dengan selembar kartu kita bisa terselamatkan dari selangkangan lecet-lecet.

Kini mesin ATM tersebar di seantero dunia. Kalo disensus, mungkin jumlahnya lebih banyak dari kepala keluarga sebuah dusun terpencil di pedalaman Papua. Banyaknya mesin ATM ini berbanding lurus juga dengan tipe-tipe user-nya setiap akan bertransaksi lewat mesin ajaib ini. Berikut adalah tipe-tipenya:

  1. Tipe Karyawan

Udah kebaca. Ini tipe dengan jadwal paling teratur ke ATM. Polanya adalah ketika gajian, tengah bulan, dan akhir bulan. Pemasukan yang teratur membuat tipe ini bisa memprediksi pengeluarannya. Kalopun meleset, nggak terlalu jauh. Harap diingat, semakin tua tanggal di kalender, maka jenis mesin ATM dan nominalnya juga berpengaruh dengan prilaku mereka.

  • Tanggal gajian mereka menatap layar ATM dengan binar paling terang. ATM beda bank juga nggak perduli, kepotong ceban buat biaya administrasi mah cemen. Pecahan uang pun nggak jadi soal. Kalo ada pecahan lima ratus ribu, bakal diganyang juga. Begitulah saat-saat gajian, membuat seseorang menjadi sangat royal,  bawaannya pengen bayarin iuran BPJS-nya gebetan mulu.
  • Kemudian datanglah tengah bulan. Para karyawan ini mulai menatap mesin ATM dengan sedikit bimbang. Terbayang dosa ngeborong dagangan orang di online shop. Mulai milih-milih ATM. Kalo beda bank nggak bakal mau. Pokoknya rela perang sodara demi menghindari biaya admin sepuluh ribu.
  • Dan…tanggal tua. Masih bisa ke ATM aja udah syukur. Mulai nyari ATM dengan pecahan uang terkecil. Kalo emang udah kepepet, cari temen dengan muka polos kemudian bilang, “Bro, bisa transfer ceban ke rekening gue, nggak? Biar saldonya bisa ditarik semua. By the way, lu ganteng banget hari ini.”
  1. Tipe Mahasiswa

Kalo lurus-lurus aja, mahasiswa nggak bakal sering-sering ke ATM. Mereka bakalan ke ATM kalo ada SMS dari bokap. “Mas, sudah bapak kirim. Dihemat, ya.” Sebuah kalimat sakti yang bisa membuat mahasiswa mana pun di utara rela ke selatan demi menemui sesosok mesin ATM. Di dalam bilik ATM pun mahasiswa nggak bakal lama. Mereka udah tau persis berapa yang mau diambil. Bayar kos, dan uang rokok buat tiga hari. Kelar.

  1. Tipe Shopaholic

Bisa dua kali atau bahkan lebih intensitasnya ke ATM dalam sehari. Mereka sangat jarang tarik tunai. Karena sebagian besar transaksinya untuk bayar barang pesenan. Sebenernya bisa via internet banking sih, tapi kenyataan bahwa masih banyak online shop yang mewajibkan scan/foto bukti transfer lewat ATM membuat mesin ATM ini tetap jadi komoditas paling penting di kalangan shopaholic setelah beras.

 

  1. Tipe Nganter Nyokap Gaptek

“Emak masukin dah kartunya…”

“Udah nih, tapi kok susah ya?”

“Agak kebawahan, Mak. Itu mah lobang buat ngeluarin struk.”

“Lah, emang beda?”

“Beda. Ibaratnya kayak duren ama salak. Beda.”

“Ya. Terus gimana, nih? Udah masuk kartunya.”

“Masukkin PIN-nya. Emak simpen, kan?”

“Ada. Nih emak catet di kertas.”

“Bujug. Banyak amat nomernya?”

“Lah itu emak salin tulisan di kartunya.”

“Gusti…itu mah nomer kartu, Mak. Bukan PIN.”

“Lah, emang beda?”

“Beda. Ibaratnya kayak dukuh ama ikan julung-julung. Jelas beda.”

Percakapan di atas bisanya terjadi di ATM yang ada di dalam minimarket. Bikin antrian jadi panjang. Nggak jarang antriannya sampe minimarket sebelah. Nggak ada yang berani negor ibu-ibu. Kalo di jalan ngasih sen kanan belok kiri terus diingetin aja ibu-ibu suka lebih galak, gimana ini yang urusan duit, gerobak kang kebab di depan minimarket bisa melayang melintasi benua.

Kamu biasanya tipe yang mana? Apa? Kamu tipe yang pegang kartu ATM aku buat ngatur keuangan rumah tangga kita? Subhanallah…

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY